Nenek penjual kacang rebus
Tadi siang pas lagi piket jaga toko dengar radio ada seseorang mengucapkan selamat hari kartini untuk temannya jadi ingat kalau kemaren adalah peringatan Hari Kartini, langsung meluncur dipikiran tentang Blogdetik.
Kenapa ??? karena udah kebiasaan jika ada moment dan event yang bersejarah udah pasti Blogdetik akan mengadakan sebuah lomba postingan bagi bloggers untuk berkompetisi menulis sesuai dengan tema yang berhubungan dengan event bersejarah tersebut.
Tanpa banyak basa-basi lagi langsung aku keluarkan ponsel dari saku celana, jeng..jeng…keluarlah Nokia 1680c milikku, bukannya sombong tapi emang tak bisa disombongkan ponsel murahan aja kok.he..he..he…, yah walaupun gitu sangat bermanfaat bagiku untuk dapat mengetahui informasi dan berita dari dunia. Lanjuuut……!
Oke, langsung buka browser internet di ponsel dan langsung mengetikkan alamat http://www.blogdetik.com/, beberapa detik terpampanglah halaman utama Blogdetik yang diantaranya halaman Blog star, posting pilihan, Blogger of the week dan lainnya, dan tujuan yang kucari tadi adalah melihat info lomba apa yang diadakan oleh Blogdetik, ternyata benar di halaman Hot Blog terdapat postingan seperti ini : Dapatkan 21 Hape dari “Blogdetik Inspiring Woman”.
Lumayan senang rasanya mengetahui adanya lomba seperti ini, siip blogdetik aku pasti ikutan nih…., rencananya mau mulai nulis postingan sekarang tapi apa boleh buat masih ada tugas jaga toko yang masih di emban jadi ya nunggu senja deh mulai nulis.
Sekarang pukul 17.12 WIB aku akan mulai menulis sebuah postingan yang bertema “Inspiring Woman”.
Bicara soal Kartini dan segenap perjuangan beliau, aku teringat akan seorang nenek penjual kacang dan jagung rebus yang tiap hari lewat didepan tokoku menuju ke pasar tradisional untuk menjajakan jualannya, dengan sebuah gerobak usang roda dua dan berpenampilan muslimah serta mengenakan topi caping, nenek ini hanyalah seorang “Raiden” dalam mortal kombat yang menyamar menjadi penjual jagung rebus.he…he…he…
tiap hari si nenek ini ketika lewat depan toko kami selalu menawarkan jualannya kepada kami karena kami selalu membeli kacang rebus si nenek yang rasanya sangat enak tanpa campuran bahan kimia dan zat aditif lainnya.
Entah kenapa, jika kami yang beli maka beliau akan memberikan sedikit tambahan bonus kacang rebus dari porsi standar, bahkan kalau lagi “good mood” si nenek akan melemparkan senyuman khasnya yang terkesan bijaksana, mungkin karena kami udah lumayan akrab dengan beliau.
Dari informasi sekitar yang beredar si nenek ini adalah seorang single parent yang membesarkan anak-anaknya sendirian tanpa sosok suami, beliau mempunyai seorang anak perempuan yang sudah menikah dan berumah tangga sendiri dan seorang putra yang masih sekolah SMA.
Walaupun sudah tua dan terkesan sangat lelah, si nenek masih kelihatan cukup tegar dalam kesehariannya menjajakan kacang dan jagung rebusnya, beliau sangatlah tangguh dalam menghadapi kenyataan hidup ini secara sendiri, entah bagaimana jika orang lain yang berada diposisi nenek ini, mungkin sudah dibawah tanah kali ya…..
Tapi aku salut banget dengan nenek penjual kacang ini, walaupun sudah tua dan dengan tenaga yang terbatas beliau masih bisa mencari nafkah secara baik dan benar. Memangnya ada usaha yang tak baik dan benar ??? Ya ada……..kalian mau tau, tak perlu mencari contoh yang jauh kesana kemari bahkan tak perlu ke negeri china sekalipun karena semua ada didepan toko aku lagi.he…he..he…
Saat aku sedang sibuk-sibuknya melayani pembeli ditoko ataupun ketika aku sedang santai internetan diponsel kadang aku dikagetkan dengan datangnya seorang “preman tidak kasar” yang dengan santainya menadahkan tangan ke arahku, weks…….! aku perhatikan dari ujung kakinya sampai ujung rambutnya tak ada cacat sedikitpun, ah mungkin buta pikirku, tapi nyatanya dia bisa menuju kearahku, bisu mungkin ? tapi sebelumnya dia berkata salam. Jadi……, apa sih hal yang membuat “preman tidak kasar” itu sampai memilih pekerjaan yang membuatnya cape berjalan keliling yang belum tentu setiap orang kasih uang.
Jawabannya dikumpul besok ya anak-anak.
jawabannya itu M.A.L.A.S, coba aja diperhatikan sejenak atau dua jenak, seorang Raiden eh salah, seorang nenek yang tua renta bahkan single parent aja mampu berusaha sendiri, apalagi dia yang masih muda dan tenaga yang kuat, yah kalau dia mempunyai cacat dan kekurangan fisik sih bisa dimaklumin tapi kan sempurna alias perfect jadi masih ada aja harapan untuk dapat usaha jadi model kek, atau artis gitu sekalian.he..he..he…
Oke, kita flashback ke nenek penjual kacang rebus tadi.
kalau menurut aku perjuangan beliau sangatlah berharga sekali untuk anak-anaknya, dengan penghasilan yang seadanya beliau mampu menyekolahkan anaknya sampai sekarang, tak kenal panasnya hari dalam menjajakan jualan, bahkan saat hujan beliau pernah terlihat menutup kepalanya dengan sebuah kantong kresek hitam supaya tidak kena hujan, benar-benar perjuangan tak ternilai bagi seorang nenek tua renta.
Yah…mudah-mudahan aja postingan serius bin santai ini bisa sedikit atau banyak membuka jalan pikiran bagi wanita indonesia untuk dapat memetik pelajaran dari penggalan cerita dari “Raiden” dan “preman tidak kasar” ini. salam bloggers………!!!


April 23rd, 2010 at 10:50
ibu yang berjuang, membantu suami mencari nafkah untuk kemajuan anak-anaknya, selalu patut dibanggakan…
*jadi pengen kacang rebus
yupz, makanya ku juga salut ama nenek langganan kacang rebus kami itu.
masih ada kan yang jualan kacang rebus disana ?he..he..he..
[Reply]
April 23rd, 2010 at 16:10
sahabat, titip salam ya buat sang nenek ^_^, salut bgt
iya deh uni…, ntar kalo ada neneknya lewat, dibilangin.he…he…he…
[Reply]
April 25th, 2010 at 16:42
ibu yang berjuang di rumah, melayani suami dengan baik, dan mendidik anak anaknya menjadi anak yang shaleh berguna bagi bangsa dan negara itulah sang “kartini”
benar banget….
kita selalu bangga melihat ibu yang seperti seorang kartini
[Reply]
April 25th, 2010 at 21:03
nenek itu adalah pejuang sejat(seperti Ibu Kartini)i yang patut diacungi jempol.
kita harus bangga dan meneladani si nenek
benar sekali teman, makanya ku semangat banget nulis tentang si nenek ini di “inspring woman”
tak pantang menyerah beliau…
[Reply]
April 29th, 2010 at 11:04
Nenek yg kuat..
boleh tuh kacangnya..
kirim2 ya…ckckckck
[Reply]
April 29th, 2010 at 11:07
@ PASHALIA : boleh…nanti dikirim via tiki ya.hehehe
[Reply]
Mei 20th, 2010 at 17:56
Hebat. Inspiratif sekali. Sangat patut diapresiasi. Dan Fauji sangat jeli melihat hal ini. Selamat ya untuk kemenangan di event Inspiring Woman-nya Blogdetik. Peka terus ya. Dan selamat berjuang mencari Hawa
[Reply]
Mei 20th, 2010 at 19:41
selamat ya dah menang, tambah deh hapena biarpun bukan nokia. salam kenal dari http://amatamorgana.blogdetik.com
[Reply]
Mei 20th, 2010 at 20:13
@ BATIKMANIA : makasih ya…, juga buat nasehatnya tadi…
Masih kok nyari hawanya.hehehe
@ SHITA : iya…makasih, mba menang juga kan. Selamat juga ya mba…
[Reply]
Mei 21st, 2010 at 07:03
Selamat ya, sudah menjadi pemenang
[Reply]
Mei 24th, 2010 at 14:28
selamat ya….
[Reply]